Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Kuliah Selalu Gratis

Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Kuliah Selalu Gratis : Arief Aulia Rahman 29 tahun adalah pemuda asal Brebes yang beruntung karena bisa melanjutkan studi S-2 dua kali dan S-3. Semuanya gratis karena beasiswa. Tak pernah terbesit sedikitpun dari pikirannya bisa meneruskan studi sampai dengan S-3, namun kenyataannya jalan begitu mulus. Kat suksesnya,"Selalu mencoba setiap ada formasi dan tentunya harus diiringi kemampuan yang ada. Jangan pernah berfikir,'Kayaknya aku tidak bisa'. Aku bisa berfikir aku harus mencoba sebisa mungkin, baru setelah itu pasrah kepada Allah.

Arief menempuh S1 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) tahun 2000-2005. Waktu S-1 tepatnya semester 1-2 karena keterbatas biaya ia pernah ngontel (bersepeda) dari PP. Nurul Ummah di Kotagede ke kampusnya yang harus ditempuh selama 25 menit. Ia nyantri di pondok itu untuk belajar agama, khususnya kitab-kitab kuning. Ia pernah jualan buku sambil menekuni organisasi dibidang jurnalistik PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia), Pengurus Cabang PMII dan Pengurus Wilayah IPNU Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Kuliah Selalu Gratis

Dulu Arief pernah buka konter "Enc Cell" ketika mau lulus S-1. Rencana sudah matang dan prospek cukup bagus, tapi ada miss management. Tuhan ternyata berkehendak lain karena setelah lulus S-1, ia malah dipercaya mengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon (STAIC) cabang Bumiayu, Brebes. Kala itu ia harus pulang pergi Bumiayu-Yogyakarta setiap minggu yan dijalaninya antara tahun 2005 - 2006.

Sebelum kuliah S-2 sebenernya Arief sudah 2 kali mendaftar CPNS formasi hakim pengadilan agama, tepi belum beruntung. Arie lalu mecoba melanjutkan S-2 di UIN Suka Yogyakarta. Karena prestasi bagus, akhirnya ia dapat beasiswa. Pada tahun 2007, ia diterima lagi kuliah S-2 di CRCS UGM dengan beasiswa penuh. Saat kuliah di UGM itu, Arief masih kuliah di S-2 UIN Suka. Jadi, dalam waktu sama ia menjalani 2 kuliah berbeda.

Terus terang, kalau dari biaya sendiri, orang tua tidak akan sanggup membiayainya. Maka selagi dapat beasiswa, orang tuanya sangat mendukung bahkan sampai S-3 seperti sekarang ini yang memperoleh beasiswa S-3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Islamic Studies.

Arief pernah ikut Seminar Penelitian bergengsi di National University of Singapore (NUS) tahun 2009 khusus untuk mahasiswa S-2 dan S-3 se-Asia. Kemudian ia meraih kesempatan mengikuti program pertukaran pemuda Indonesia-Australia di UGM Yogyakarta tahun 2009, tentang Australia-Indonesia Youth Leadership.

Mungkin keberhasilanku belum seberapa dibandingkan dengan teman-teman lain. Tapi untuk ukuran anak desa, Al-Hamdulillah, Allah selalu saja memudahkan jalan padaku.

Menurutnya, orang yang paling setia mengiringi perjalanan hidupnya adalah ibunya. Sang ibu selalu berdoa demi kesuksesan anaknya melalui shalat tahajud. Melayani Juga Jasa Service AC Jakarta SelatanService AC Jakarta Selatan BergaransiService AC Terdekat Jakarta SelatanService AC Kelapa GadingService AC CinereService AC CibuburService AC CilandakService AC RawamangunService AC Rawamangun MurahService AC Pondok IndahService AC BintaroService AC PluitService AC Pluit MurahService AC MarundaService AC Kebon ManggisService AC Terdekat di Kebon Manggis, Service AC Kebon Manggis BergaransiService AC Cipinang CempedakService AC Marunda Murah, Service AC AncolService AC Cililitan, Service AC AncolService AC Terdekat AncolService AC KenariService AC PIKService AC PIK MurahService AC Terdekat di PIKService AC BSDService AC KemangService AC Terdekat Kemang,  Service AC kemang TimurService AC Cipete UtaraService AC MelawaiService AC Bukit DuriService AC Jakarta UtaraService AC Jakarta TimurService AC Jakarta BaratService AC Jakarta PusatService AC DepokService AC Bogor, Service AC TangerangService AC Tangerang SelatanService AC BekasiService AC Ciputat

Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Kuliah Selalu Gratis

Ibu yang beruntung mempunyai anak cerdas itu bernama Purwanti, lahir di Brebes, 12 Agustus 1959. Ia biasa melakukan shalat tahajud jam dua malam.

Meski sehari-hari ibunya mengajar murid-murid SD di sebuah kampung di Bumiayu dan sehabis mengajar diteruskan dengan menitipkan jajanan ke toko-toko, tetapi malamnya ia selalu bangun untuk melakukan tahajud. Bahkan ibunya rutin mengamalkan puasa senin kamis.

Ternyata, efek doa orang tua khususnya dikerjakan setelah tahajud membuat sang anak selalu diberi kelancaran dalam studinya.
(Kisah Arief Aulia Rahman, MA., MSI., Kandidat Doktor Islamic Studies)
Sumber : Berjuta Berkah Tahajud, Dhuha dan Sedekah

Baca Juga :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Kuliah Selalu Gratis"

Post a Comment