Kami bekerja keras mencari rezeki halal untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau ada keluasan rezeki, kami menyisihkannya untuk membantu tetangga atau saudara yang lebih membutuhkan.
Akhir 2008, usia kandunganku berumur kira-kira 7 bulan. Salah seorang bidan desa memvonis kalau kelahiran bayiku nanti harus dicaesar karena posisi bayi sungsang (kakinya dibawah). Aku sangat sedih karena tentu nanti persalinan akan mengeluarkan banyak biaya untuk kerperluan persalinan, sedangkan kebutuhan hidupku sendiri sudah banyak.
Ditengah cekaman kesedihan, salah seorang teman memberitahu agar aku bersujud lama saat sedang shalat. Sejak saat itu, aku menambah porsi shalat tahajud dan melakukah sujud lama.
Seminggu sebelum melahirkan, bidan desa itu masih mengatakan tentu setelah melakukan pemeriksaan bahwa bayi yang kukandung masih sungsang dan nanti harus dicaesar. Tetapi sebuah keajaiban terjadi, yaitu anakku lahir di rumah tanpa bantuan bidan dalam keadaan sungsang.
Inilah mukjizat Allah atas kebesaran-Nya yang menghendaki bayi yang kukandung lahir dengan selamat dan normal meski lahir kakinya dulu. Subhanallah!
Setelah bayi lahir, baru suamiku memanggil bidan desa itu untuk merawatnya.
(Kisah Mani'atun, Ibu Rumah Tangga)
Sumber : Berjuta Berkah Tahajud, Dhuha dan Sedekah
Baca Juga :
- Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Sembuh Dari Migrain
- Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Rejeki Selalu Lancar
- Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Tembus PNS Berkah Tahajud
- Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Badan Terasa Segar
- Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Bertambah Yakin Kepada Allah

0 Response to "Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Tidak Jadi Dicaesar"
Post a Comment