Apalagi, makalah yang aku buat cuma tipis, kira-kira hanya sebelas halaman saja. Bila dibandingkan dengan makalah teman-teman, makalahku mah tidak ada apa-apanya. Makalah teman-temanku rata-rata tebal dan banyak referensinya, sedangkan makalahku selain tipis, referensinya pun sedikit.
Ditengah cekaman rasa minder, tidak percaya diri dan pesimis, pada malamnya sebelum ujian aku bangun tengah malam untuk mendirikan sholat tahajud. Setelai selesai shalat tahajud, aku berdoa agar dimudahkan dalam ujian besok. Aku teringat pesan seorang teman, "Kalau doa mu ingin dikabul, maka berdoalah untuk satu tujuan saja. "Dan, doaku malam itu hanya untuk kelancaran ujian esok hari,
Paginya, dengan mantap aku pergi ke kampus. Setelah shalat tahajud tadi malam, hati terasa tenang, fresh, dan pikiran jadi ringan sehingga setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh penguji bisa kujawab dengan tangkas. Setelah ujian selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi pengumuman nilai yang membuat hati dag dig dug yang biasanya disampaikannya oleh ketua sidang.
Dan tanpa aku sangka sebelumnya, aku adalah mahasiswa yang ketiban sampur karena bisa mendapatkan nilai tertinggi. Aku ingat betul waktu itu mendapatkan nilai 3,9. Nilai tertinggi diantara teman-teman yang ujian hari itu.
Aku yakin, nilai tertinggi ini bukanlah karena sebab aku pinter atau jenius, tetapi semata-mata anugerah atau atas ijin dari Allah Swt. yang diberikan kepadaku.
(Kisah Adi Syahudi, Alumnus Sebuah PTN Islam di Semarang)
Sumber : Berjuta Berkah Tahajud, Dhuha dan Sedekah
Baca Juga :
- Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Meraih Beasiswa Sejak SMA Sampai S-3
- Keutamaan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Manfaat Shalat Tahajud


0 Response to "Kisah Keberkahan Shalat Tahajud, Fadhilah Shalat Tahajud, Mendapat Nilai Tertinggi"
Post a Comment